Selasa, 25 Oktober 2011

Cahaya Kekasihku

Malap pelita sekian lama kunyalakan
sumbunya kian terpadam
tinggal diam aku pada sudut kelam

Dengan legam jiwa
cuba kuintai sisa cahaya
ternyata wajah harap enggan
mempamerkan senyum bahagia
apakah selamanya harus aku
terpidana di jeriji sengsara

Tika putus asa mendaki ke puncak
ada cerlang cahaya membentur lembutnya
menghantar dirimu melukis pesona
- tanpa jemu menggilap percaya

Cahaya Kekasihku,
kau harum pada kuntum
kau rimbun pada pohon

Maka tanpa risi dan curiga
hiasilah laman jiwa dengan taqwa
lengkapilah rumah percaya dengan setia
lestarilah agam cinta kita selama-lamanya
lestarilah

Tiada ulasan:

Catat Komen